Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Seusai menjalankan tugas mengajar di sekolah, keduanya terlibat langsung bekerja di kebun bersama para siswa. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai tenaga tambahan, tetapi juga menjadi motivator yang memberi teladan, tentang pentingnya kerja keras dan kemandirian kepada para pelajar.
Selain kedua guru tersebut, Marsel Bola, seorang sarjana peternakan, juga memilih terjun langsung bekerja di kebun. Ia ingin menunjukkan bahwa gelar sarjana tidak membatasi seseorang pada satu jenis pekerjaan, melainkan dapat menjadi bekal untuk berkontribusi di berbagai bidang demi keberlangsungan hidup.
“Keterlibatan para tenaga pendidik dan lulusan perguruan tinggi ini menjadi cerminan semangat kolaborasi dalam membangun kemandirian ekonomi di tingkat lokal,” ujar Madito.
Ia menilai kehadiran program MBG seharusnya dilihat sebagai peluang ekonomi baru bagi masyarakat daerah, khususnya bagi petani.
“Kehadiran MBG harus disikapi dengan baik oleh masyarakat maupun pemerintah. Dengan menanam tanaman yang cepat menghasilkan, masyarakat punya peluang meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.
