Pemasok MBG, Madito Sulap Kebun Sederhana Jadi Sumber Pangan Masyarakat

Reporter: win 
| Editor: redaksi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Menariknya, para pekerja di kebun ini bukanlah buruh tani profesional, melainkan anak-anak sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA. Mereka datang ke kebun pada sore hari setelah pulang sekolah untuk belajar sekaligus bekerja.

Di bawah koordinasi Andro Riwu Rohi, para pelajar ini dilibatkan dalam berbagai kegiatan berkebun, mulai dari menanam, merawat tanaman, hingga memanen hasilnya.

Bacaan Lainnya

Bagi Madito, keterlibatan para pelajar ini bukan sekadar membantu pekerjaan di kebun, tetapi juga bagian dari upaya membangun mental kerja dan kecintaan terhadap sektor pertanian sejak dini.

“Anak-anak ini lebih memilih berkebun dan mendapatkan hasil dari kerja mereka daripada hanya menghabiskan waktu bermain game online atau menonton drama di layar ponsel,” kata Madito saat diwawancarai.

Menurutnya, kebun tersebut memang sejak awal dirancang sebagai sarana belajar bagi siapa saja yang ingin memahami praktik pertanian secara langsung.

Dua guru Sekolah Dasar di Kabupaten Sabu Raijua, William Huma dan Kusel Kore, turut ambil bagian dalam aktivitas di Kebun “Masa Depan” milik Madito.

Pos terkait