Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Desiana Rondo menegaskan, gereja harus independen dan kritis, tidak boleh jadi alat legitimasi kekuasaan. Suara kenabian juga hadir saat gereja mendampingi korban, membela yang lemah, dan bekerja bersama memperbaiki kehidupan.
Gereja-Negara Terus Diuji
Pdt. Yewangoe menyebut, relasi gereja dan negara tidak selesai hanya dengan satu rumusan. Akan selalu ada ketegangan, saling mengingatkan, dengan tujuan akhir kesejahteraan rakyat.
“Yang kita temukan adalah manusia yang sama dan yang kita layani adalah manusia,” tegasnya.
Yewangoe juga mengingatkan bahaya korupsi, kolusi, nepotisme. Negara jangan jadi alat penindas, gereja jangan diam saat rakyat menderita.
Sedangkan Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie mengangkat tema “Dari Mimbar ke Pergumulan Rakyat”, menggambarkan gereja dan negara sebagai “satu Tuhan, dua panggilan”. Negara sebagai diakonos Theou, gereja sebagai agen shalom.
“Gereja masa depan tidak boleh hanya merenung di balik tembok suci. Gereja harus berinkarnasi ke dalam ‘lumpur’ pergumulan rakyat, karena di sanalah Kristus menanti,” kata Samuel Pandie





