Panen Garam Jadi Solusi, Marthen Dira Tome Ciptakan Kerja Paruh Waktu untuk Pelajar Sabu Raijua

Reporter: win 
| Editor: redaksi
FB_IMG_1761796110999_copy_384x269

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Menurut Marthen Dira Tome, melalui kerja di tambak garam, pelajar Sabu Raijua diajarkan disiplin, tanggung jawab, dan nilai kemandirian.

Ke depan, Marthen Dira Tome berharap semakin banyak usaha lokal, yang bisa menyerap tenaga pelajar, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang produktif dan siap menghadapi tantangan.

Bacaan Lainnya

DijelaskanMarthen Dira Tome, setiap pekerja memperoleh upah, berdasarkan jumlah garam yang berhasil dipanen. Sistem pembayaran dilakukan berdasarkan tonase, sehingga semakin banyak garam yang dipanen, semakin besar pula pendapatan yang diterima.

“Setiap kali panen, paling sedikit mereka bisa langsung menerima upah sekitar Rp100 ribu. Kalau hasil panennya lebih banyak, tentu penghasilannya juga lebih besar. Upah langsung kami bayarkan setelah panen selesai,” kata Marthen Dira Tome.

Marthen Dira Tome mengungkapkan, tingginya minat masyarakat untuk ikut memanen garam menunjukkan bahwa usaha tersebut mulai memberikan dampak ekonomi secara langsung.

Dalam satu hektare tambak garam, aku Marthen Dira Tome proses panen biasanya melibatkan sekitar 20 – 30 pekerja, yang dilakukan secara berkelompok.

Pos terkait