Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Para akademisi tersebut sepakat bahwa tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran menjadi fase penting dalam meletakkan dasar bagi kemandirian energi Indonesia.
Dengan optimalisasi sumur tua, penataan sumur rakyat, dan program percepatan energi terbarukan, arah kebijakan dinilai mulai terlihat konkret.
Prof Fredrik pun tetap optimistis Menteri Bahlil akan mampu mempercepat implementasi terobosan kebijakan dalam waktu dekat.
“Roadmap-nya bagus. Kita lihat saja tahun berikutnya, ini baru tahun pertama dan itu sangat baik,” katanya.
Dengan berbagai langkah itu, pemerintah dinilai berada di jalur positif untuk mengurangi defisit energi dan mewujudkan kemandirian energi nasional. Realisasi peningkatan lifting disebut menjadi indikator awal bahwa komitmen tersebut mulai membuahkan hasil. (*/win)





