OJK Tegaskan Komitmen Reformasi Pasar Modal dan Penguatan Kepercayaan Investor

Reporter: win 
| Editor: redaksi
IMG-20261022-WA0004_copy_640x426_copy_320x213

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Friderica menyampaikan, fundamental pasar modal Indonesia tetap kuat, dengan kapitalisasi pasar sekitar 589 miliar dolar AS, terbesar kedua di ASEAN, serta jumlah investor mencapai 31,1 juta. Kinerja emiten juga positif, dengan pertumbuhan pendapatan 15,9 persen dan laba bersih 16,3 persen dalam 12 bulan hingga Juni 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menjelaskan, OJK bersama BEI dan SRO, terus menjalankan delapan program aksi prioritas reformasi yang mencakup peningkatan likuiditas, transparansi, tata kelola dan penegakan hukum.

Bacaan Lainnya

Reformasi mencakup peningkatan ketentuan minimum free float menjadi 15 persen bertahap, penguatan transparansi beneficial ownership, perluasan klasifikasi investor dari 9 menjadi 39 kategori, keterbukaan informasi kepemilikan saham di atas 1 persen, serta publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC).

Terkait MSCI, Hasan menjelaskan pengumuman 15 Oktober 2026 merupakan proses konsultasi potensi perubahan klasifikasi dari Emerging Market menjadi Standalone Market, bukan keputusan final. MSCI membuka masukan hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir 30 Juni 2027. Sepanjang Februari hingga Oktober 2026, OJK telah berkomunikasi dengan MSCI sebanyak 16 kali.

Pos terkait