OJK Siapkan Tiga Fokus Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Reporter: win 
| Editor: redaksi
IMG-20260721-WA0005_copy_512x341

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

BarometerNTT.com, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan tiga fokus utama, pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah pada 2026. Langkah ini agar program berjalan lebih terarah, optimal, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, dalam Pertemuan Pertama Kelompok Kerja Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (POKJA LIKS) 2026 di Kantor OJK, Senin (20/7).

Bacaan Lainnya

“Tiga agenda utama POKJA LIKS 2026 yakni, pertama, menyusun strategi literasi dan inklusi keuangan syariah berbasis data, digitalisasi, dan kebutuhan masyarakat. Kedua, mengintegrasikan literasi dan inklusi dengan market conduct, perlindungan konsumen, dan financial health. Ketiga, memperkuat sinergi antar-pihak agar menghasilkan langkah konkret dan dapat ditindaklanjuti,” urai Dicky.

Dicky menambahkan, POKJA LIKS berperan sebagai mitra strategis OJK. Tidak hanya sebagai forum koordinasi, tetapi juga ruang menyatukan gagasan dan menggerakkan aksi nyata, untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah. Program diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong masyarakat menggunakan produk keuangan syariah.

Pos terkait