OJK Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko di RGS 2026, Dukung Ekonomi Berkelanjutan

Reporter: win 
| Editor: redaksi
IMG-20260714-WA0012_copy_416x276_copy_312x207

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

BarometerNTT.com, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmen memperkuat penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan budaya integritas sebagai fondasi sektor jasa keuangan yang tangguh.

Komitmen itu disampaikan dalam ajang Risk and Governance Summit (RGS) 2026 dengan tema “Future-ready Governance for Sustainable Growth and National Prosperity” di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Bacaan Lainnya

Anggota Dewan Komisioner OJK Sophia Wattimena mengatakan tata kelola yang kuat adalah kunci agar kebijakan bisa diimplementasikan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan yang baik, tetapi juga pada tata kelola yang mampu menerjemahkannya menjadi hasil nyata,” ujar Sophia.

Sophia menyoroti lanskap risiko global yang semakin cepat dan kompleks. Tantangan seperti risiko siber, penyalahgunaan AI, perubahan regulasi, ketidakpastian geopolitik, hingga perubahan iklim menuntut organisasi memperkuat governance, risk, and compliance (GRC).

Pos terkait