Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Sebelumnya, lanjut Madito, sudah diangkut 10 ribu ton milik PT. Cheetam. Mulai hari Senin muat lagi 2000 ton milik PT. Susanti Mega yang punya garam meja cap kapal dan akan disusul dengan PT Garindo dan Unichen.
Madito mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menutup kran impor garam, dengan mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 17 tahun 2025.
“Ini menandai komitmen Kuat, untuk mewujudkan swasembada garam tahun 2027 dan meningkatkan usaha pergaraman dalam negeri,” kata Madito.
Dengan demikian, tambah Madito, kebutuhan garam nasional harus dipenuhi oleh tambak-tambak dalam negeri, membuka peluang besar bagi provinsi-provinsi yang memiliki potensi besar dalam produksi garam.
Bupati pertama di Kabupaten Sabu Raijua itu menegaskan, Nusa Tenggara Timur, dengan iklim semi aritnya yang menawarkan musim panas lebih lama, menjadi salah satu wilayah yang sangat potensial untuk menjadi daerah penghasil garam. Kabupaten Sabu Raijua, dengan tambak garam yang menggunakan teknologi geomembran, telah menunjukkan hasil yang luar biasa.
