Mitigasi Ekonomi Jemaat, Perempuan GMIT Kota Baru Mengikuti Inkubator Pangan Sehat

Reporter: saf 
| Editor: redaksi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Menurut Samuel Pandie, tekanan inflasi turut terasa, sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar kian menekan biaya hidup.

Karena itu, Jumat Belajar hadir sebagai upaya mitigasi yang realistis, yaitu mengubah kelimpahan bahan baku dari kebun dan pertanian jemaat menjadi produk inovasi sehat bernilai ekonomi.

Bacaan Lainnya

Program ini dirancang agar ke depan dapat direplikasi lintas jemaat dan klasis, dengan visi sederhana namun strategis:
“Satu Gereja, Satu Produk Inovasi Unggulan.”

Ke depan, Jumat Belajar akan berjalan kontinu setiap minggu, hingga pada fase tertentu berkembang menjadi program unggulan gereja, bukan hanya mitigasi pangan, tetapi juga inkubator inovasi produk yang memperkuat etalase ekonomi jemaat melalui GG Mart sebagai ruang jual-beli dan distribusi produk pangan UMKM GMIT.

Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada Winston Rondo dan Zeth Malelak sebagai pakar ekonomi pertanian dan inovasi pangan, yang dengan talenta dan kerendahan hati mau berbagi, membimbing, dan menyalakan semangat baru bagi Perempuan GMIT untuk naik kelas, dari konsumen menjadi produsen, dari penerima keadaan menjadi pencipta peluang.

Pos terkait