Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Dari total nilai tersebut, transaksi penjualan produk Jawa Timur mencapai Rp 1,727 triliun, disusul dengan pembelian produk dari NTT senilai Rp 102,183 miliar, serta komitmen investasi sebesar Rp. 52,500 miliar.
Adapun sejumlah produk asal Jatim yang menjadi incaran dalam forum dagang ini antara lain Kopi Robusta, Percetakan Kemasan Kopi, Produk Peternakan (Telur, Daging Ayam, Susu, Olahan Daging Sapi dan Ayam, DOC Ayam), Beras, Madu Murni dan Fermentasi, dan Mesin Pengurai Sabut Kelapa.
Selain itu juga Benih Tanaman Holtikultura, Cabai Merah Besar dan Cabai Rawit, Bahan Bangunan (Atap, Granite, Aksesoris Pintu Jendela), Shoun, dan Pupuk Bionira.
Di sisi lain, NTT menjual produk Ikan Tuna, Tuna Loin, Kelapa Utuh, Madu, dan Rumput Laut. Sementara untuk Jatim investasi antara lain Kandang Layer dan Broiler, Konsumsi dan Peralatan Dapur.
Hubungan dagang Jatim-NTT kata Khofifah, selalu menunjukan tren positif. Bahkan berdasarkan data BPS Perdagangan Antar Wilayah (PAW) Jatim Tahun 2022, nilai perdagangan kedua provinsi ini mencapai Rp 5,29 triliun, terdiri atas nilai bongkar (pembelian Jatim dari NTT) sebesar Rp 533 Miliar dan nilai muat (penjualan Jatim ke NTT) sebesar Rp 4,76 triliun. Sehingga, neraca perdagangan Jawa Timur terhadap NTT surplus Rp 4,22 triliun.





