Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Hal tersebut juga terjadai pada arus lalu lintas ekspor, terutama ke wilayan Timor Leste. Diketahui pada Desember tahun 2024, jumlah sertifikat ekspor yang diterbitkan Karantina NTT sebanyak 688 sertifikat, sedangkan pada bulan Desember tahun ini, terutama pada arus menjelang Natal dan Tahun Baru, jumlah sertifikat ekspor meningkat signifikan menjadi 1.258 sertifikat atau meningkat sebesar 82 persen.
“Peningkatan ini tentu ada sisi positif negatifnya, positifnya artinya ada peningkatan arus barang baik antar pulau maupun antar negara yang diharapkan berdampak pada sektor ekonomi masyarakat secara langsung, namun demikian kami juga tetap waspada dan menjaga agar komoditas-komoditas tersebut kita jaga tetap aman dan sehat, aman bagi masyarakat yang mengonsumsinya dan sehat tidak berisiko membawa hama penyakit berbahaya, yang membahayakan lingkungan dan kelestarian sumber daya alam hayati kita, terutama di NTT ini,” urai Simon Soli.
Menurut Simon Soli, dipastikan bahwa meskipun dalam masa libur, pelayanan operasional karantina tetap berjalan. Ia memonitor secara langsung pelayanan karantina tetap dibuka selama libur dan merupakan komitmen Karantina NTT demi mendukung kelancaran arus lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan, sekaligus memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dan pelaku usaha. (*/win)





