Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Melalui pembelajaran sejarah masa lalu, tambah dia, masyarakat diharapkan dapat memahami posisi strategis NTT, dan memaknainya secara tepat untuk pembangunan ke depan.
“Dengan belajar sejarah, kita bisa memahami mengapa situs ini dibangun dan apa peran strategis NTT pada masa itu. Harapannya, pemahaman ini bisa menjadi bekal bagi kita dalam memaknai posisi strategis NTT ke depan,” tambahnya.
Melki Laka Lena juga menyampaikan, bahwa Pemerintah Provinsi NTT bersama para pemangku kepentingan, telah sepakat untuk mengembangkan Situs Gua Jepang sebagai destinasi wisata sejarah. Upaya penataan akan mencakup perbaikan akses jalan menuju lokasi, serta penataan kawasan situs.
“Kita ingin ketika orang datang ke Kupang dan bertanya, mau wisata ke mana, maka salah satu jawabannya adalah wisata sejarah di Gua Jepang ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI NTT, Haris Budiharto menjelaskan bahwa Situs Gua Jepang di Bukit Fatusuba merupakan jejak sejarah berupa sisa-sisa peninggalan Perang Dunia II.
