Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Ini sangat menekan biaya pengeluaran rumah tangga dan memberi ruang gerak lebih bagi perekonomian kami,” tambahnya.
Sektor ekonomi kreatif lokal pun langsung bergeliat. Hawila Ora, salah satu perajin tenun ikat di RT 01 Dusun 1, menuturkan bagaimana listrik mendongkrak produktivitas kerjanya secara drastis.
“Dulu, pembuatan satu sarung memerlukan waktu satu bulan karena kami hanya bisa menenun di siang hari. Setelah ada listrik, bisa menyelesaikan satu sarung hanya dalam waktu dua minggu,” ungkap Hawila.
Melihat dampak nyata tersebut, Manager PLN UP2K Kupang, Albertus Koko Hendriyanto, menyatakan bahwa perubahan di Desa Pathau adalah bukti nyata dari misi sosial dan ekonomi yang diemban PLN.
“Tiga bulan setelah listrik menyala, ini menjadi bukti nyata pengaruh positif kehadiran listrik bagi masyarakat. Seluruh aspek kehidupan,” pungkas Albertus.
Dihubungi secara terpisah, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa keberhasilan ini, merupakan bagian dari komitmen besar PLN, untuk menghadirkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat.
