Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Data menunjukkan indeks literasi keuangan nasional naik dari 75,02 persen, menjadi 80,51 persen. Namun indeks inklusi keuangan baru naik dari 65,43 persen menjadi 66,46 persen,” ujar Ari Wibowo.
Hal ini, lanjut Ari Wibowo, artinya banyak masyarakat sudah pakai layanan keuangan, tapi belum tentu paham cara mengelolanya, dengan bijak. Ini kesenjangan yang ingin kami jawab lewat LIKE IT.
Ari Wibowo menambahkan, indeks literasi keuangan NTT, masih di bawah rata-rata nasional. Karena itu edukasi ke generasi muda perlu terus didorong.
“Jika anak muda tidak punya pemahaman cukup, risikonya bisa terjerat investasi bodong atau pinjol ilegal. Lewat LIKE IT ini kami berharap mahasiswa mendapat pemahaman benar tentang keuangan yang bijak,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Manager Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK NTT, Aldo Stepanus Simarmata, dalam materi “Edukasi Keuangan” menekankan pentingnya memahami manfaat, risiko, dan cara mengelola keuangan.
Menurut Aldo Simarmata, perkembangan teknologi membuat layanan keuangan sangat mudah diakses hanya lewat HP. Kemudahan itu harus diimbangi kehati-hatian agar tidak mudah terjebak transaksi berisiko.





