Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Rektor Unkriswina Sumba Dr. Umbu Ho Ara, mengapresiasi konsistensi GAMKI. Ia menyebut agenda perdamaian relevan dengan SDGs tentang masyarakat damai, adil dan inklusif, serta berharap kolaborasi dengan kampus terus berlanjut.
Mewakili Pemkab Sumba Timur, Plt Asisten Pemerintahan, Andreas Mulla mengatakan, pendidikan perdamaian relevan, dengan realitas Sumba yang masih berhadapan dengan kemiskinan, KDRT, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga praktik perkawinan paksa.
“Tidak ada pembangunan yang dapat berjalan apabila masyarakat hidup dalam konflik. Perdamaian adalah kesanggupan menghormati perbedaan serta berdialog secara terbuka dan jujur,” ujar Andreas.
Andreas mengajak pemuda menjadi jembatan, bukan membangun tembok pemisah.
Sekolah Perdamaian lahir dari keprihatinan atas intoleransi, diskriminasi, kekerasan berbasis agama, konflik SDA, perundungan, dan kekerasan terhadap kelompok rentan.
Program ini melanjutkan Sekolah Perdamaian GAMKI di Salatiga 2024. Dari Waingapu, GAMKI berharap lahir kader muda yang tidak hanya bicara tentang damai, tetapi menjadi pelaku damai di kampus, gereja, dan komunitas. (*)





