Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Salah satu implementasinya adalah pemasangan biopori. Sebanyak enam titik biopori mulai dibuat di lingkungan Rumah Jabatan Wali Kota. Ignasius turut melakukan penanaman biopori sebagai simbol dimulainya aksi konservasi.
Biopori merupakan lubang silindris vertikal di dalam tanah untuk meningkatkan resapan air hujan sekaligus membantu pengelolaan sampah organik. Langkah sederhana ini diharapkan menjadi kebiasaan baru masyarakat.
Ignasius menekankan gerakan harus dimulai dari lingkungan terkecil seperti rumah tangga, sekolah, RT/RW, kelompok perempuan, anak muda, lembaga keagamaan hingga komunitas, dan berkembang di 51 kelurahan.
“Kami berharap surat edaran tentang konservasi air tidak berhenti sebagai dokumen administrasi. Kami minta para camat dan lurah menjadi penggerak di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Sementara Safeguarding Advisor PLAN International Indonesia Sigit Wacono menjelaskan Kupang Berair juga diarahkan untuk pengendalian banjir dan longsor.
Praktik serupa telah dimulai di GMIT Betlehem Penkase Oeleta. Pendeta Margaritha Heo Uly menyebut gereja bersama jemaat telah membuat 27 biopori dari 60 kepala keluarga.





