Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Kebijakan fiskal daerah perlu berjalan seimbang dan kolaboratif, dalam mendukung pengendalian inflasi. Keterbatasan ruang fiskal akibat efisiensi anggaran pusat, menjadi tantangan bagi daerah, dalam menjaga daya beli masyarakat, sehingga mempengaruhi kemampuan belanja dan berdampak pada volatilitas harga pangan.
Oleh karena itu, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pertanian, kelautan, dan pariwisata menjadi penggerak utama, termasuk rencana pengembangan tambak udang terintegrasi senilai Rp7,4 triliun, berpotensi menjadi motor ekonomi baru Kabupaten Sumba Timur melalui kolaborasi dengan kabupaten lain.
Optimalisasi belanja publik akan diarahkan pada kegiatan produktif seperti subsidi transportasi pangan, bantuan sosial tepat sasaran, serta dukungan terhadap pelaku UMKM lokal agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Digitalisasi keuangan daerah menjadi penggerak utama peningkatan volume dan fiskal. Dalam hal peningkatan PAD, perluasan digitalisasi transaksi keuangan pemerintah juga menjadi agenda penting. TP2DD se-daratan Sumba, melaporkan kemajuan signifikan dalam penerapan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
