Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
BarometerNTT.com, Kupang — Peserta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) NTT mempertanyakan legalitas pimpinan, yang berakibat terjadi kericuhan dan dibatalkannya penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Kegiatan digelar di Hotel Emylia, Selasa (30/12/2025) berakhir tanpa menghasilkan keputusan apa pun.
Rapat yang dibuka dan dipimpin oleh Ferdinand Amatae langsung dihujani interupsi dari peserta. Sejumlah pengurus dan perguruan, mempertanyakan status Ferdinand Amatae yang dinilai tidak lagi memiliki kewenangan memimpin rapat, karena telah diberhentikan dari jabatan Sekretaris Umum Pengprov IPSI NTT sejak Juli 2024.
Peserta juga menolak undangan Rakerda, yang masih ditandatangani oleh Ferdinand Aamatae, sebagai sekertaris umum IPSI NTT.
Selain itu, peserta juga mempertanyakan keabsahan beberapa utusan Pengurus Kabupaten, di antaranya perwakilan dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Nagekeo.
Situasi semakin memanas hingga sejumlah unsur secara tegas menyatakan pembatalan Rakerda.
