Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Khusus untuk NTT ini, kita sudah hadir di beberapa lokasi yang semuanya alhamdulillah bisa memberikan keberkahan bagi masyarakat,” jelas Didi.
Salah satu yang sudah dilakukan di NTT ini, lanjut Didi, adalah memberikan bantuan beasiswa untuk anak-anak di Pulau Sabu, dan ketika Gunung Lewotobi meletus, juga bersama beberapa mitra melakukan penyaluran untuk korban terdampak.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTT, Ismail Kasim pihak mengajak Rumah Zakat untuk selalu berkoordinasi dalam setiap aksi lapangan dalam pemberian bantuan.
”Perlu memanfaatkan jaringan Baznas yang sudah ada di 22 kabupaten/kota, untuk mempermudah penetrasi program Rumah Zakat di wilayah terpencil,” jelas Ismail.
Diakui Ismail, tantangan geografis NTT yang terdiri dari kepulauan juga menjadi sorotan utama untuk aksesibilitas logistik sehingga koordinasi antara Rumah Zakat dan Baznas sangat krusial bagi efektivitas bantuan di lapangan.
Ismail menambahkan, upaya Baznas juga mendukung Pemerintah Provinsi NTT, dalam program pengentasan kemiskinan dengan berbagai upaya, seperti membantu kebutuhan masyarakat prasejahtera dan mengatasi stunting. (*/win)





