Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Dengan meminjam di Bank NTT, akan ada manfaatnya dan tetap kembali ke masyarakat. Karena bunga yang kami bayarkan, nantinya juga akan kembali ke daerah, dalam bentuk deviden,” tegas Paulus Henuk.
Diakui Paulus Henuk, rencana pinjaman tersebut sudah didiskusikan dan diputuskan dengan matang bersama DPRD Rote Ndao.
“Awalnya, kami akan ajukan pinjaman sebesar Rp100 miliar. Namun setelah menghitung kemampuan fiskal dan berdiskusi bersama DPRD, diputuskan nilai pinjaman sebesar Rp30 miliar saja,” ujar Paulus Henuk.
Menurutnya, angka tersebut telah melalui pembahasan bertahap, mulai dari KUA-PPAS hingga RAPBD, baik di tingkat komisi maupun paripurna, sebelum akhirnya disetujui.
Bupati menegaskan, seluruh dana pinjaman Rp30 miliar itu akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, jembatan, irigasi, dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
“Tidak ada penggunaan untuk hal lain. Ini murni untuk menutup kekurangan ruang fiskal yang sebelumnya ditopang transfer pusat, dan sekarang tidak lagi,” tegasnya.





