Kolaborasi Akademisi dan LSM Internasional, Perkuat Komitmen Tekan Stunting di NTT

Reporter: win 
| Editor: Redaksi
jeje-7-of-30-1024x683_copy_512x341_copy_384x255_copy_307x204

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Ketua Tim Peneliti Undana, Dr. Yeheskiel A. Roen, M.Si., memaparkan temuan The Lancet 2013 yang menyebut 70 persen penanggulangan stunting ditentukan faktor non-medis, sedangkan aspek medis hanya 30 persen. Namun selama ini penanganan di Indonesia masih terlalu fokus pada aspek medis.

Berdasarkan telaah 500 artikel, observasi dan wawancara di Desa Kesetnana, TTS, serta FGD lintas sektor, tim merumuskan lima strategi intervensi utama:

Bacaan Lainnya

1. Transformasi Komunitas Belajar: Mendidik keluarga besar yang terlibat dalam pengasuhan anak di NTT.
2. Reinterpretasi Budaya. Meluruskan mitos lokal, seperti anggapan kolostrum sebagai ‘ASI basi’.
3. Intervensi Relasi Gender: Mengurangi beban ganda ibu dengan melibatkan ayah aktif dalam pengasuhan.
4. Penguatan Sistem Pangan Rumah Tangga: Mengoptimalkan konsep 3K, Kandang, Kebun, Kolam untuk kemandirian pangan.
5. Integrasi Jejaring Sosial Gereja dan Desa: Memanfaatkan lembaga keagamaan sebagai mitra edukasi di desa.

“Riset seperti ini membantu organisasi menentukan cara terbaik mendukung keluarga, baik fisik maupun spiritual,” ujar Field Manager Indonesia for Kingdom Workers, Coral Cady-Metcalfe.

Pos terkait