Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Ia mengenang masa kecilnya yang penuh disiplin dan didikan keras namun penuh kasih dari sang ayah, yang menanamkan nilai tanggung jawab, kerja keras, dan integritas sejak dini.
“Saya tahu betul seperti apa kader Syuradikara itu, karena saya merasakannya sendiri. Waktu SD kelas 1, Bapak mengatur kami belajar setiap Senin sampai Jumat dari jam 5 sore sampai jam 9 malam,” tegas dia.
Menurut Christian, setiap malam beliau akan menguji pelajaran secara acak. Dan memberi waktu bermain di hari Sabtu, dan Minggu malam sudah harus belajar lagi. Itu membuatnya terbiasa disiplin dan berjuang.
Ia menegaskan bahwa didikan tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidup dan kariernya hingga kini memimpin Kota Kupang. Nilai-nilai kedisiplinan dan integritas yang diwariskan dari semangat Syuradikara itulah yang menurutnya membentuk dirinya untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, berpihak pada rakyat.
“Saya dan Ibu Wakil Wali Kota tidak membeli mobil dinas baru. Mobil yang kami pakai adalah kendaraan pemimpin sebelumnya. Kami perbaiki dan gunakan kembali untuk berhemat. Dari situ kami bisa menghemat anggaran hingga miliaran rupiah yang bisa dialihkan untuk kebutuhan rakyat,” ungkapnya.
