Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
BarometerNTT.com, Jakarta — Sebagai jurnalis tidak harus jadi yang sempurna tetapi harus menjadi jurnalis yang berani, mempertahankan prinsip.
Demikian sambutan Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Nany Afrida saat Peringatan 32 tahun AJI, di Jakarta, Jumat (7/8/2026) malam.
Diakui Nany Afrida, banyak jurnalis yang lelah, ragu akan masa depannya, frustasi, kecewa, takut, merasa sendiri bahkan berkecil hati.’
“Jangan biarkan tekanan, membuat kita kehilangan keyakinan terhadap pekerjaan ini,” tegas Nany Afrida.
Menurut Nany Afrida, AJI mengingatkan, pers Indonesia kembali berada di titik yang menuntut keberanian. AJI lahir dari semangat, bahwa pers tidak boleh jadi alat kekuasaan dan publik berhak tahu.
“Data AJI mencatat 89 kasus kekerasan terhadap jurnalis sepanjang 2025, naik dari 73 kasus di 2024. Hingga Juli 2026 sudah ada 19 kasus,” urai Nany Afrida.
Dijelaskan Nany Afrida, hal ini membuktikan masih adanya bentuk intimidasi, kekerasan fisik, perampasan alat, penghalangan liputan, serangan digital, hingga kriminalisasi terhadap jurnalis.





