Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Bersih-Bersih Birokrasi
Ketegasan Undana dalam menerbitkan kalender akademik baru yang dibarengi dengan ancaman drop out massal per 30 Juni 2026 membawa dampak perubahan struktural yang penting bagi efisiensi perguruan tinggi di NTT.
Selama ini, fenomena “mahasiswa abadi” yang menunda kelulusan hingga batas akhir 14 semester kerap membebani rasio dosen dan mahasiswa (lecturer-to-student ratio) universitas pada pangkalan data pendidikan tinggi (PDDikti).
Beban administrasi dari mahasiswa lama yang tidak produktif ini secara tidak langsung menutup peluang penambahan kuota mahasiswa baru dan memperlambat laju akreditasi program studi.
Melalui kebijakan potong generasi ini, Rektorat Undana tidak hanya melakukan pembersihan birokrasi, tetapi juga memaksa mahasiswa untuk memiliki target kelulusan yang disiplin sejak awal.
Imbasnya, ruang kelas, fasilitas laboratorium, dan daya tampung kuota dosen pembimbing dapat dialokasikan secara maksimal untuk melahirkan lulusan baru yang lebih segar, produktif, dan siap terserap di pasar kerja. (*)





