Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Kehadiran JNBA sekaligus menjadi pengingat bahwa dampak korupsi tidak hanya diukur dari kerugian keuangan negara, tetapi juga dari menurunnya kualitas pelayanan publik, terbatasnya akses pendidikan yang adil, serta terhambatnya pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, penguatan kesadaran publik untuk menolak praktik pungutan liar dan gratifikasi, sekecil apa pun, menjadi bagian penting dalam membangun budaya integritas yang berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menjelaskan bahwa masyarakat akan dilibatkan secara aktif dalam berbagai kegiatan edukasi dan kampanye antikorupsi sepanjang pelaksanaan JNBA 2026.
Kegiatan tersebut mencakup pelayanan publik dan pojok edukasi KPK, sosialisasi bagi ASN, perangkat desa, komunitas masyarakat, pelajar dan tenaga pendidik, pagelaran budaya, kuliah umum, seminar publik, talk show televisi dan radio, aktivasi komunitas, hingga ruang-ruang dialog yang mempertemukan KPK dengan masyarakat secara langsung.
