Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Inisiatif tersebut menjadi wujud penguatan pendidikan karakter sejak dini, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap berbagai program edukasi.
“KPK Mengajar menjadi jawaban atas kepedulian negara di pelosok negeri, serta menggambarkan kondisi pendidikan Indonesia di wilayah timur kepada seluruh masyarakat kita,” tutur Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo.
Menurut Ibnu, investasi terbesar dalam pemberantasan korupsi adalah membangun karakter generasi muda.
Selain menyasar sektor pendidikan, JNBA 2026 juga difokuskan untuk memperkuat empat agenda utama, diantaranya peningkatan budaya hidup berintegritas, penguatan pelayanan publik yang bersih dan transparan.
KPK juga akan memberikan perhatian khusus pada dua isu strategis yang relevan dengan kebutuhan daerah, yaitu tata kelola alih fungsi lahan hutan—terutama yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan dan tambak—serta pemerataan pendidikan dari aspek akses, kualitas, maupun infrastruktur.
Melalui rangkaian kegiatan konsultasi publik, sosialisasi kepada aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat desa, hingga pemetaan risiko korupsi, KPK mendorong hadirnya tata kelola yang lebih akuntabel dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.





