Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Sedangkan yang menjadi peserta adalah, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi
di wilayah Jabodetabek serta komunitas terkait.
Rangkaian kegiatan diisi dengan paparan kebijakan keselamatan, simulasi, diskusi
interaktif, serta sesi berbagi pengalaman.
Peserta juga mendapatkan pemahaman
menyeluruh mengenai peran asuransi kecelakaan Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada penumpang, apabila terjadi risiko selama perjalanan udara.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin dalam sambutannya
menegaskan bahwa keselamatan penerbangan harus menjadi budaya yang hidup dalam setiap aspek operasional.
“Keselamatan penerbangan harus menjadi budaya yang hidup, bukan hanya tertulis
dalam regulasi dan prosedur, tetapi tertanam dalam setiap proses kerja, setiap
pengambilan keputusan, dan pada akhirnya dirasakan manfaatnya oleh para
penumpang,” ungkapnya.
Keselamatan penerbangan memiliki dimensi yang jauh lebih luas, yang juga
menyangkut kepercayaan publik, stabilitas sosial, dan keberlanjutan pembangunan
nasional. Keselamatan ini, menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya berada di tangan regulator atau operator semata, tetapi menuntut sinergi seluruh ekosistem.





