Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Ekonomi kreatif tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Kita membutuhkan pemerintah, komunitas, kampus, dunia usaha, perbankan, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kita membutuhkan ruang untuk mempertemukan mereka dalam percakapan yang konstruktif,” ujar Ivan.
Ia menilai media memiliki posisi strategis memperluas percakapan publik. “Kami melihat TVRI bukan hanya tempat untuk menyiarkan kegiatan. TVRI bisa menjadi mitra dalam membangun ruang percakapan publik tentang potensi dan masa depan ekonomi kreatif NTT,” katanya.
Menurut Ivan, Kupang dipilih sebagai titik masuk untuk membaca ekosistem secara konkret karena mempertemukan beragam aktor. “Kita tidak kekurangan kreativitas. Yang perlu kita bangun adalah ekosistem yang membuat kreativitas menjadi kekuatan ekonomi,” tegasnya.
Hasil dialog akan dirumuskan menjadi 3-5 agenda strategis sebagai “Suara Ekonomi Kreatif NTT” untuk dibawa ke World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta. “Yang ingin kita bangun bukan hanya sebuah acara, tetapi proses. Dari percakapan, pemetaan, kolaborasi, hingga langkah nyata,” pungkas Ivan.
