Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Kami berterima kasih atas sambutan dari Tim Lanud El Tari yang begitu welcome. Ini seperti gayung bersambut. Ada kesamaan pandangan agar lokasi sejarah ini dapat dicatat dalam lembaran daerah sebagai bagian dari cerita budaya Kota Kupang,” ujar Serli.
Menurut Serli, secara teknis bangunan hanggar akan dikaji lebih lanjut melalui penilaian usia fisik, struktur, dan nilai historisnya. Dari pengamatan awal, usia bangunan diperkirakan telah melampaui satu abad.
“Secara konstruksi, kayunya masih sangat kuat dan belum pernah diganti. Ini menjadi indikator penting bahwa bangunan ini memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang tinggi,” katanya.
Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AU El Tari Kupang melalui Kadisops Lanud El Tari, Kolonel ADM Burhanudin, menjelaskan bahwa hanggar kayu tersebut merupakan bagian dari sejarah panjang aktivitas militer dan penerbangan di Timor khususnya di Kupang.
“Bangunan ini sejak dulu digunakan sebagai hanggar atau tempat parkir pesawat tempur. Kami menyadari nilai historisnya dan terbuka untuk dikaji bersama agar dapat dimanfaatkan lebih luas,” ujar Burhanudin.





