Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Dulu masyarakat swadaya membangun kelas dari material seadanya—atap daun dan dinding bebak (pelepah gewang). Melalui pergumulan panjang, doa kami terjawab di tahun 2025 melalui PLN bersama TNI,” papar Trayanus.
Trayanus berharap kolaborasi antara PLN, TNI, dan Pemerintah Daerah ini terus berlanjut karena masih banyak sekolah di perbatasan yang butuh uluran tangan,” tuturnya penuh harap.
Kebahagiaan serupa terpancar dari Otniel Putbenu, siswa kelas VIII. Matanya berbinar saat menceritakan perbedaan ruangan kelas barunya.
“Dulu kelas kami panas, berdebu, dan sering bocor saat hujan. Sekarang sudah ada tembok, lantai keramik, lampu, dan air bersih. Kami jadi lebih semangat belajar untuk meraih cita-cita,” kata Otniel.
Hadirnya gedung baru UPTD SMPN 5 Oepoli diharapkan menjadi “Kawah Candradimuka” bagi lahirnya sumber daya manusia unggul dari perbatasan Timur Indonesia demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
PLN berkomitmen untuk terus membawa terang—bukan hanya melalui energi listrik, tetapi juga melalui pemberdayaan yang memanusiakan manusia. (*/win)





