Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Ditambahkan Matamira, jika melihat kelompok ketimpangan menurut Curva Lorenz, menunjukkan Nusa Tenggara Timur berada dalam ketimpangan rendah, yaitu di bawah 0,35
“Gini Ratio angkanya berkisar antara 0 sampai 1, Jika semakin besar artinya ketimpangan semakin tinggi. Jadi kalau mendekati 1 atau sampai 1 termasuk ketimpangan sempurna,” tambahnya.
Jika diamati, lanjut dia, Gini Ratio menurut provinsi pada periode Maret sampai September 2024, provinsi-provinsi yang mengalami penurunan dan peningkatan Gini Ratio, peningkatan tertinggi di terjadi di Papua Provinsi Papua yaitu meningkat 0,043 poin, dan penurunan Terdalam di Papua Tengah sebesar 0,026 poin.
“Perbedaan Gini Ratio peningkatan atau penurunan rasio, terjadi karena perilaku dari masyarakat 40% terbawah, yang perilakunya berbeda-beda antara Provinsi. Sehingga komposisi dari pengeluaran masyarakat yang menyebabkan adanya perbedaan,” ujar Matamira.
Lebih lanjut Matamira menjelaskan, selain Gini Ratio, ukuran ketimpangan yang biasa digunakan juga adalah ukuran lain yang merepresentasikan ketimpangan pengeluaran, yakni persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40% terbawah.
