Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Undana menggelar forum ini agar mahasiswa keluar dari zona nyaman sektor formal. Sektor pertanian dan kekayaan sumber daya alam NTT sangat luas, namun minim sentuhan inovasi generasi muda,” kritik Subhan.
Dari kacamata eksekutif daerah, Ernes D. Hamel membedah arah kebijakan pembangunan ekonomi NTT menyongsong tahun anggaran 2026.
Ernes mengakui, meski memiliki keunggulan komparatif pada sektor pertanian dan peternakan, struktur moneter NTT masih mengalami anomali berupa ketidakseimbangan pasar.
Kondisi ini diperparah oleh tingginya biaya produksi yang kerap melampaui pendapatan riil para peternak dan petani.
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT mengandalkan formula “Tanam, Panen, Olah, Kemas, Jual” (TAPA OK JU) serta gerakan One Village One Product (OVOP) demi memacu hilirisasi di tingkat desa.
Pemerintah juga telah mengoperasikan jaringan ritel “NTT Mart” sebagai pusat pemasaran komoditas unggulan daerah. Kondisi makro ditopang oleh laju inflasi daerah yang saat ini sukses dikendalikan pada angka 2,76 persen, sebuah modal instrumen yang baik untuk melakukan ekspansi pasar.
