FCE 2026, Wadah Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dalam Perluasan Pasar UMKM NTT

Reporter: win 
| Editor: redaksi
IMG-20261005-WA0030_copy_943x629_copy_377x251

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Pemprov juga mendorong FCE menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring, serta mempercepat transformasi ekonomi daerah berbasis kreativitas dan inovasi.

Pengembangan produk unggulan perlu terus didorong agar memiliki kualitas dan daya saing pasar yang semakin kuat, sekaligus mendukung penguatan wisata budaya dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Bacaan Lainnya

Gubernur BI, Destry Damayanti menyampaikan, bahwa FCE 2026 menjadi ruang strategis, untuk mengembangkan potensi unggulan NTT, sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru dan penciptaan lapangan kerja.

Destry Damayanti menyampaikan bahwa kekayaan NTT tidak hanya tercermin dari tenun, tetapi juga kopi, kelor, kuliner, dan berbagai produk kreatif lainnya yang merepresentasikan potensi daerah secara utuh.

Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dilakukan melalui pendekatan ekonomi kerakyatan, salah satunya melalui pengembangan UMKM. Untuk itu, Bank Indonesia senantiasa menjalin sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk mendorong ekonomi kerakyatan demi perekonomian yang tumbuh dan berdaya tahan.

Pos terkait