Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Diakui Madito, sebagian orang yang datang pada pada awal musim panas atau Kemarau, melihat situasi ini sebagai bencana.
“Pemerintah juga telah melihat dan menetapkan, datangnya musim panas atau kemarau justru sebagai awal bencana kekeringan. Tidak heran maka tindakan yang dilakukan oleh pemerintah, adalah menyiapkan berbagai bantuan sebagai alasan mitigasi yaitu tandon, mobil tangki, selang-selang dan ini sepertinya telah menjadi proyek rutin,” jelas Madito.
Itu adalah urusan mereka, tandasnya, tetapi baginya panas menyengat bukan ancaman bencana, tetapi anugerah yang Tuhan berikan, untuk dikelola bagi kemaslahatan umat manusia.
“Karena ini adalah anugerah, maka tentu saja disitu ada rencana Tuhan, yang harus di manfaatkan oleh umat manusia. Salah satu yang sedang dan terus kami lakukan adalah memanfaatkan panas matahari utk merubah air laut menjadi kristal putih yang disebut garam,” papar Marthen.
Tambak garam di Sabu Raijua ini sebenarnya sudah sejak tahun 2013, urainya, tetapi sayangnya pemerintah yang kemudian tidak melanjutkan, dan pada akhirnya dibiarkan terbengkalai, dan selesai di sapu oleh badai Seroja.





