Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
BarometerNTT.com, Kupang – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan, perubahan besar sebuah kota tidak selalu lahir dari proyek berskala besar, melainkan dari gerakan-gerakan kecil, yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Gala Dinner Komunitas Beta Bersih di Hotel Harper Kupang, Rabu (5/8/2026) malam.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Satgas Lomba Kebersihan Kupang Bersih Paulus Irsan Dardana, Ketua Komunitas Peduli Lubang Jalan Koperanku, Daniel Para, peraih juara dunia matematika asal NTT, Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau Nono bersama tim Abacus in Action, pengurus Beta Bersih, tokoh masyarakat, mitra, dan Lurah Fatululi Fremyot Ezechiel J. Dae.
Christian Widodo memberikan apresiasi kepada Komunitas Beta Bersih dan Koperanku, yang dinilai menjadi contoh nyata kolaborasi warga, dalam membangun kota.
Menurutnya, gerakan masyarakat memiliki arti strategis, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Efisiensi anggaran sekitar Rp204 miliar tahun ini, menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” ujar Christian Widodo





