Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Ia menjelaskan bahwa berbagai produk turunan berbasis garam dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri kimia, mineral hingga farmasi. Karena itu, pengembangan garam dinilai memiliki prospek ekonomi jangka panjang yang jauh lebih besar dibanding sekadar menjual garam sebagai bahan konsumsi.
“Ke depan Pulau Sabu akan memiliki banyak industri yang bersumber dari garam. Ini baru satu potensi. Masih banyak sumber daya lain yang bisa dikembangkan,” katanya.
Menjawab pertanyaan mengenai peluang sektor garam menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), Ibrahim optimistis komoditas tersebut dapat menjadi lokomotif baru perekonomian Sabu Raijua apabila dikembangkan hingga ke sektor hilir.
Menurutnya, nilai tambah terbesar tidak berada pada produksi garam mentah, melainkan pada berbagai industri yang memanfaatkan garam sebagai bahan baku.
“Kalau orang hanya melihat garam sebagai bahan makanan, tentu nilainya terbatas. Tetapi kalau industri turunannya berkembang, maka nilai ekonominya akan sangat besar,” ujarnya.
