Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Kita tidak bisa mengubah arah angin, tapi kita bisa mengubah layar kita. Dunia bergerak ke digital, kita harus beradaptasi,” paparnya.
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota dalam mendorong digitalisasi dan pengendalian inflasi. Dan menilai pernyataan Wali Kota tentang “mengubah layar”, sangat relevan dalam menghadapi dinamika ekonomi dan transformasi digital.
“Memang kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa beradaptasi. Dan itu membutuhkan peran leader,” ujar Adydoyo.
Terkait inflasi, Adydoyo menjelaskan bahwa angka 4,01 persen (year-on-year) pada Februari berada di atas target nasional 2,5±1 persen. Kenaikan ini terutama dipicu tarif listrik dan emas perhiasan.
“Tarif listrik menyumbang 1,82 persen year-on-year. Ini efek base effect karena tahun lalu ada diskon,” jelas Adydoyo.
Ia menambahkan, tanpa komponen tarif listrik, inflasi Kupang masih berada di kisaran 2,19 persen atau dalam rentang sasaran nasional.
“BI juga memetakan potensi kenaikan harga komoditas seperti beras, telur ayam ras, bawang, dan cabai menjelang musim perayaan,” aku Adydoyo.





