Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Akar persoalan yang disorot meliputi sistem politik berbiaya mahal, korupsi, konflik kepentingan bisnis-kekuasaan, lemahnya meritokrasi dan tata kelola yang mereproduksi ketimpangan.
2. #Reset Indonesia harus dimulai dari NTT dan perspektif negara kepulauan
Para pembicara menekankan perlunya kritik terhadap ketidakadilan pusat, sekaligus otokritik terhadap pemerintah daerah, DPRD, partai politik, birokrasi, gereja, kampus, pers dan masyarakat sipil di NTT.
“Indonesia kepulauan tidak boleh terus dikelola dengan cara berpikir daratan. NTT jangan hanya dibutuhkan suaranya saat pemilu. NTT harus ikut menentukan arah republik dan memperoleh keberpihakan sesuai beratnya tantangan geografis,” ujar Dandhy Laksono,
3. #Reset Indonesia harus demokratis, berkeadilan gender dan menjaga supremasi sipil
Forum menolak pembongkaran oligarki yang abai pada persoalan patriarki. Perempuan dan kelompok rentan harus menjadi subjek utama dalam “Indonesia baru”.
“Kita juga harus menolak kemunduran demokrasi dan militerisme dalam ruang sipil. Jangan mereset Indonesia dengan menghidupkan kembali struktur kekuasaan lama yang justru mempersempit suara rakyat, perempuan dan kelompok rentan.” ungkap Yanuar Nugroho.





