Bukti di Baumata, Ketua DPN HKTI Sebut MBG Hidupkan Ekonomi Petani NTT

Reporter: win 
| Editor: redaksi
IMG-20260916-WA0011_copy_384x216

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Sudaryono mencontohkan, petani Baumata yang sudah berhasil menanam melon, cabai, dan sayuran. Hasil panen itu justru terserap oleh dapur MBG.

“Puji Tuhan, mereka sudah tanam buah-buahan seperti melon, cabai maupun sayuran yang bisa diserap oleh dapur MBG,” ujar Sudaryono.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini, kata Sudaryono, membantah tudingan miring terhadap program MBG.

“Ini membuktikan tuduhan macam-macam terhadap MBG itu tidak benar. Kita lihat sendiri dapur MBG menyerap hasil pertanian masyarakat,” tegasnya.

Penyerapan produk lokal, lanjut dia, membuka rantai ekonomi baru. Manfaat MBG tidak hanya dirasakan anak sekolah penerima makanan, tapi juga petani, pemasok lokal, dan pekerja dapur.

Persoalan utama di NTT, menurut Sudaryono, bukan kesuburan tanah melainkan air.

“Lahannya kering tapi subur, hanya kekurangan air. Jadi perlu teknologi hemat air,” kata Sudaryono.

Untuk itu, Sudaryono akan mendorong irigasi tetes untuk efisiensi, khususnya untuk kelompok Tani Manis Baumata.

“Kalau pakai irigasi tetes, tidak capek menyiram dan hemat air. Karena itu peralatan dan sumur bor kita bantu,” ujar Sudaryono.

Pos terkait