Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Dikatakan Ari, efisiensi penggunaan air dan energi, pemanfaatan bahan baku secara bertanggung jawab, perbaikan tata kelola ruang usaha, hingga pengolahan ulang limbah produksi adalah kunci utama untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi dan daya saing pasar.
Pemerintah Provinsi NTT memberikan apresiasi setinggi-tingginya, atas inisiatif dan komitmen Bank Indonesia, dalam mengawal keberlanjutan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Linus Lusi, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem bisnis ramah lingkungan.
“Penguatan kapasitas dan daya saing UMKM melalui praktik usaha yang efisien dan bersih merupakan prioritas bersama. Kolaborasi erat antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, Kementerian/Lembaga, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan pelaku UMKM adalah pondasi kokoh dalam menghadirkan pendampingan yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha di NTT” ujar Linus Lusi.
Selama tiga hari intensif, para peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga dilatih secara langsung dalam menyusun rancangan bisnis berkelanjutan:
