Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Pengunjung CFD menyambutnya dengan antusiasme tinggi, hingga berhasil menghabiskan total 60 botol sabun cuci pakaian, 60 botol sabun cuci piring, dan 30 botol eco enzyme kemasan 240 ml, termasuk beberapa botol cadangan ukuran satu liter.
Sementara itu, untuk kategori sampah anorganik (plastik jenis HDPE dan LDPE), tim memamerkan minyak pirolisis (bahan bakar alternatif hasil penyulingan plastik) serta papan mebel ramah lingkungan yang telah diwujudkan dalam bentuk set meja, kursi, dan plakat. Komoditas bernilai guna tinggi ini sukses memikat perhatian warga.
Meski demikian, Dominggus mengakui bahwa saat ini Undana belum bisa melayani pemesanan massal untuk produk mebel tersebut karena proses produksinya masih berskala laboratorium akibat keterbatasan alat pendukung dan pasokan bahan baku.
“Melalui inovasi teknologi keteknikan ini, kami ingin membuktikan kepada publik bahwa sampah plastik memiliki potensi konversi nyata menjadi produk fungsional. Insinyur (engineer) harus hadir menjadi bagian dari solusi krisis lingkungan di NTT,” ungkap Kepala Bengkel yang akrab disapa Dodi tersebut.
