Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
BarometerNTT.com, Kupang — Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi NTT pada April 2026 capai 99,41, atau alami penurunan 0,86 persen dibandingkan Maret 2026.
Hal ini diakui Kepala BPS NTT, Matamira Kale ketika jumpa pers virtual, Senin (4/5/2026).
“Indeks terima tercatat turun 0,49 persen, sedangkan indeks bayar naik 0,37 persen,” jelas Matamira Kale.
Dikatakan Matamira Kale, komponen indeks bayar atau Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) meningkat 0,41 persen, sedangkan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal mengalami penurunan 0,06 persen.
“Penurunan NTP April 2026, terutama dipengaruhi oleh turunnya NTP seluruh subsektor, kecuali subsektor peternakan, yang memiliki perubahan yang sangat kecil, dan kurang signifikan,” ungkap Matamira Kale.
Lebih lanjut dijelaskan, komoditas yang menjadi penyumbang turunnya NTP, diantaranya adalah, turunnya produksi jagung, kelapa, gabah, kakao atau coklat biji.
“Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP), merupakan perbandingan indeks lima subsektor terhadap biaya produksi, dan penambahan barang modal, yang merupakan komponen dari indeks bayar,” tambah dia.
