Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Kami mendapat instruksi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Provinsi, kabupaten, dan kota semuanya harus melakukan pemotongan,” ujarnya.
Dalam situasi keterbatasan tersebut, Pemerintah Kota Kupang memilih melakukan penghematan pada belanja operasional pemerintahan, seperti alat tulis kantor, perjalanan dinas, serta pengadaan kendaraan dinas.
“Yang harus dipotong itu pemerintah, bukan atlet. Saya tidak mau tahu caranya bagaimana, bonus ini tidak boleh dikurangi. Pemerintah yang harus berkorban,” tegasnya.
Christian Widodo menegaskan bahwa bonus yang diberikan kepada atlet, dan seluruh unsur pendukung merupakan bentuk penghargaan dan rasa hormat pemerintah atas prestasi yang telah mengharumkan nama Kota Kupang dan Provinsi NTT di tingkat nasional.
“Mohon maaf jika nilainya belum terlalu besar. Di tengah keterbatasan dan efisiensi ini, kami tetap berusaha agar bonus ini bisa disalurkan tanpa dikurangi,” katanya.
Christian memastikan, bahwa seluruh bonus akan diterima sesuai dengan nominal perencanaan dan hanya dikenakan potongan pajak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Proses penyaluran pun diminta dilakukan secara transparan dan terbuka. (*/win)
