Jasa Raharja Perkuat Budaya Transformasi Pelayanan Risk Townhall 2026

Reporter: hms 
| Editor: redaksi
IMG-20260819-WA0014_copy_320x213

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Sementara itu, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Jasa Raharja Harwan
Muldidarmawan menjelaskan bahwa perusahaan telah memiliki fondasi pengelolaan risiko melalui penerapan Enterprise Risk Management (ERM) dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMR) Fondasi tersebut, terus diarahkan untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengenali risiko,secara lebih dini dan mendukung pengambilan keputusan.

“Manajemen risiko dalam konsep ERM bukan sekadar memenuhi kewajiban atau
mengisi risk register. Kita perlu membangun kemampuan untuk mengantisipasi berbagai hal yang dapat mengganggu pencapaian target. Karena itu, SIMR akan terus dikembangkan untuk mendukung Key Risk Indicator, Risk Intelligence, dan Predictive
Risk Control. Ke depan, kita harus memiliki risk awareness dan risk sensing yang kuat,
sehingga pada 2027 kita sudah dapat bergerak menuju pengelolaan risiko yang lebih cerdas dan prediktif,” ujar Harwan.

Bacaan Lainnya

Risk Townhall 2026 menghadirkan Dr. Antonius Alijoyo, Principal CRMS Indonesia, sebagai narasumber. Pada sesi pertama, materi yang dibahas adalah ‘Strategic GRC
in the Era of AI: Leveraging Data Analytics and AI Governance for Executive Decision
Intelligence’ sedangkan di sesi kedua mengangkat tentang ‘Executive Stewardship in Sustainability by Design: Integrating ESG into ERM for Organizational Resilience’.

Pos terkait