Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Rudi menegaskan, peran perguruan tinggi tidak hanya pada kegiatan akademik, tetapi juga harus hadir langsung di lapangan. Bencana ini juga menjadi momentum pembelajaran bagi sivitas akademika, dalam memahami penanganan, mitigasi, dan antisipasi risiko bencana ke depan.
Dalam laporan pelaksanaannya, Pembina Mapala Undana, Nixon Rammang, S.Hut., M.Si., menyampaikan pemberangkatan 20 personel ini adalah aksi kemanusiaan menyeluruh Undana. Mapala menjadi salah satu ujung tombak operasional lapangan.
Komposisi tim tahap awal terdiri dari sembilan anggota Mapala, enam mahasiswa, serta unsur dosen. Tim memberangkatkan armada yang mengangkut bantuan sembako dan perlengkapan sesuai data kebutuhan awal masyarakat terdampak.
Tim gelombang pertama dijadwalkan berada di lokasi selama kurang lebih satu minggu. Tugas utamanya melakukan pengamatan riil, dan menyusun laporan tertulis serta visual, sebagai bahan pertimbangan pimpinan Undana untuk kebijakan lanjutan.
Data hasil asesmen ini akan menjadi acuan program KKN Tematik gelombang kedua dengan durasi lebih panjang untuk mendukung pemulihan masyarakat.





