<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BPS NTT &#8211; BarometerNTT.Com</title>
	<atom:link href="https://barometerntt.com/tag/bps-ntt/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerntt.com</link>
	<description>Cerdas Menulis Fakta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Apr 2025 07:07:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://barometerntt.com/wp-content/uploads/2024/11/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>BPS NTT &#8211; BarometerNTT.Com</title>
	<link>https://barometerntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>TPK Hotel Bintang di Sumba Timur Capai 41 Persen Lebih</title>
		<link>https://barometerntt.com/tpk-hotel-bintang-di-sumba-timur-capai-41-persen-lebih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BarometerNTT.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2025 07:07:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[BPS NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barometerntt.com/?p=1391</guid>

					<description><![CDATA[BarometerNTT.com, Kupang &#8212; Berdasarkan wilayah, nilai Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang tertinggi yaitu Kabupaten&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BarometerNTT.com, Kupang</strong> &#8212; Berdasarkan wilayah, nilai Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang tertinggi yaitu Kabupaten Sumba Timur, mencapai 41,72 persen.</p>
<p>Hal ini diakui Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira Kale saat jumpa pers virtual, Selasa (8/4/2025).</p>
<p>Menurut dia, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, peningkatan tertinggi terjadi pada Kabupaten Sumba Barat, dengan nilai peningkatan sebesar 3,07 persen, dan penurunan terdalam terjadi pada Kabupaten Manggarai Barat, dengan penurunan sebesar 15,36 persen.</p>
<p>&#8220;Sedangkan pada TPK hotel nonbintang, daerah dengan nilai tertinggi adalah Kabupaten Kupang, dengan nilai TPK hotel nonbintang sebesar 39,17 persen,&#8221; jelas Matamira.</p>
<p>Dan dari perubahan nilai TPK hotel nonbintang, lanjutnya, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, peningkatan tertinggi terjadi pada Kabupaten Rote Ndao, dengan peningkatan sebesar 184,69 persen dan penurunan terdalam terdapat pada Kabupaten Ende, dengan nilai penurunan sebesar 20,90 persen.</p>
<p>Lebih lanjut Matamira mengungkapkan, untuk Rata-rata Lama Menginap Total (RLMT) hotel bintang pada Februari 2025 adalah 1,67 malam, nilai tersebut naik 6,37 secara M-to-M dan mengalami penurunan sebesar 1,18 jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Peristiwa Pengaruhi Kondisi Ekonomi NTT di Triwulan IV &#8211; 2024</title>
		<link>https://barometerntt.com/tiga-peristiwa-pengaruhi-kondisi-ekonomi-ntt-di-triwulan-iv-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BarometerNTT.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2025 01:24:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[BPS NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barometerntt.com/?p=1073</guid>

					<description><![CDATA[Barometerntt.com, Kupang &#8212; Terdapat tiga peristiwa yang tercatat dalam Triwulan IV Tahun 2024, yang berpengaruh&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Barometerntt.com, Kupang</strong> &#8212; Terdapat tiga peristiwa yang tercatat dalam Triwulan IV Tahun 2024, yang berpengaruh terhadap ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Hal ini disampaikan Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira Kale ketika menggelar jumpa pers di kantor BPS NTT, Rabu (5/2/2025).</p>
<p>Dikatakan Matamira, diantaranya perlambatan transportasi karena adanya aktivitas Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur.</p>
<p>&#8220;Erupsi Gunung Lewotobi tersebut perlambat pertumbuhan ekonomi pada sektor transportasi udara, dimana beberapa bandara terpaksa ditutup. Akibatnya jumlah penumpang alami penurunan,&#8221; jelas Matamira.</p>
<p>Lalu, tambah Matamira, peristiwa Pilkada dan Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), juga pengaruhi pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>&#8220;Saat itu adanya pertemuan-pertemuan partai politik, kampanye atau debat pasangan calon pemimpin daerah,&#8221; ujar Matamira.</p>
<p>Dikatakan Matamira, peristiwa ini mendorong peningkatan aktivitas penyediaan akomodasi dan makan minum, perdagangan dan ketenagalistrikan.</p>
<p>&#8220;Di Triwulan IV juga terjadi Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (PK-LNPRT) meningkat,&#8221; tegas Matamira.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
